Friday, 5 February 2016

Tidak ada satu perintah dari Allah, yang Allah dan MalaikatNya turut pula mengerjakannya, kecuali Shalawat

Tidak ada satu perintah dari Allah, yang Allah dan MalaikatNya turut pula mengerjakannya, kecuali Shalawat


Tidak ada satu perintah dari Allah, yang Allah dan MalaikatNya turut pula mengerjakannya, kecuali Shalawat. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (QS 33:56). Kita mengerjakan shalat, zakat dan puasa serta haji, tapi tidak pernah Allah contohkan sendiri. Begitu dahsyatnya perintah untuk mengucapkan shalawat kepada Nabi.
Allah juga tahu bahwa setelah perintah untuk ber-shlawat itu akan ada pada setiap masa mereka yang enggan ber-shalawat. Mereka merasa tidak perlu menjalankan perintah itu. Itulah sebabnya setelah ayat shalawat itu langsung disambung dengan ayat selanjutnya dimana Allah menegaskan: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan" (QS 33:57)
Allah juga tahu betapa banyak orang-orang yang akan melarang orang lain untuk menjalankan perintah ber-shalawat kepada Nabi. Mereka akan dikenai tuduhan bid'ah dan sesat hanya karena mengucapkan shalawat. Ucapan shalawat yang begitu dahsyat malah dianggap akan membawa kita kepada kekufuran. Allah tahu bahwa tuduhan bid'ah dan sesat kepada mereka yang mengucapkan shalawat itu menyakiti hati para pecinta Nabi. Itulah sebabnya di ayat selanjutnya Allah menegaskan: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata" (QS33:58)
Begitulah penjelasan dan korelasi ketiga ayat di atas (QS33: 56, 57 & 58). Tidak bergetarkah hati anda? Begitu keras kah hati anda? Ini bulan ‪#‎maulud‬. Membaca shalawat itu mudah, anda tdk perlu bersuci atau terpaku pada gerakan dan ucapan tertentu seperti saat shalat, anda tidak perlu banyak uang spt mau ber-zakat, anda tidak perlu menahan diri dari makan dan minum seperti saat ber-puasa, dan anda tidak perlu menggunakan pakaian khusus spt saat ihram haji. Perintah membaca shalawat ini begitu dahsyat tapi mudah untuk diucapkan dan dikerjakan. Mau atau tidak, itu saja! Mari kita perbanyak membaca Shalawat yang telah Allah perintahkan kepada kita.
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhamad wa 'ala alihi wa ashabihi ajma'in.
silahkan klik bagikan...

[]4 Rahasia Ketenangan Hidup[]

[]4 Rahasia Ketenangan Hidup[]


1. Aku yakin bahwa rezekiku tidak tertukar, karena itu hatiku tenang.
2. Aku yakin amalku tidak mungkin digantikan oleh yang lain, karena itu aku semangat beribadah.
3. Aku yakin bahwa Allah mengawasiku, karena itu aku malu bermaksiat.
4. Aku yakin bahwa mati selalu membuntutiku, karena itu aku selalu siap menghadapinya. (Hasan Al-Bashri)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan mengamalkannya. Aamiin.
bagikan..

[]Agar Tak Sekedar Lapar Dan Haus[]

[]Agar Tak Sekedar Lapar Dan Haus[]


[]Agar Tak Sekedar Lapar Dan Haus[]
Ibadah puasa memiliki kedudukan tersendiri di sisi Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala akan memberikan pahala yang berlipat ganda sesuai kualitas puasa yang dilakukan seorang hamba. Semakin tinggi kualitas puasanya, semakin banyak pula pahala yang didapatnya, yaitu puasa yang tidak hanya sekadar manahan lapar dan dahaga.
Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

"Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, "Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku." (HR. Muslim).
Hadits di atas dengan jelas menunjukkan betapa tingginya nilai puasa. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala akan melipatgandakan pahalanya bukan sekadar 10 atau 700 kali lipat, namun akan dibalas sesuai dengan keinginan-Nya. Padahal kita tahu bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta'ala Maha Pemurah, maka tentu Allah akan membalas pahala orang yang berpuasa dengan berlipat ganda.
Akan tetapi, bisa jadi ada orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

"Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, tapi hanya mendapatkan begadang saja." (HR. Ahmad)
Dan di antara penyebabnya adalah:
1. Berpuasa Hanya Ikut-ikutan
Setiap Muslim harus membangun ibadah puasanya di atas iman kepada Allah dalam rangka mengharapkan ridha-Nya, bukan karena ingin dipuji atau sekadar ikut-ikutan keluarganya atau masyarakatnya yang sedang berpuasa. Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Subhaanahu Wa Ta'ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih).
2. Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat
Di antara umat Islam, ada yang begitu semangat mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, akan tetapi mereka meninggalkan shalat. Ketika ditanya, "Mengapa Anda berpuasa tapi meninggalkan shalat?" Mereka menjawab, "Saya juga ingin dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga melalui pintu Ar-Rayyan. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat pintu bernama ar-Rayyan, di mana orang-orang yang berpuasa masuk lewat pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang masuk dari situ selain mereka (orang yang berpuasa) dan jika mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan bukankah antara Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa?"
Yah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memang telah berkata demikian. Tapi mereka tidak mengetahui—atau pura-pura tidak tahu—kelanjutan dari hadits ini.

"Antara Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa antara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim).
Jadi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mempersyaratkan dijauhinya dosa-dosa besar. Sedangkan mereka justru meninggalkan shalat. Apakah mereka menganggap dosa meninggalkan shalat adalah dosa sepele? Para shahabat Radhiyallahu 'Anhu memandang orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir" (HR. Ahmad dan para penulis kitab Sunan).
Dan sebagaimana diketahui bahwa orang kafir tidak diterima amalannya.
Allah shubhaana wa ta'ala berfirman, (artinya):
"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (QS. At-Taubah: 54).
Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya amalan yang paling pertama yang akan dihisab atas seorang hamba dari amalan-amalannya pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, maka sungguh ia telah bahagia dan berhasil. Akan tetapi, jika shalatnya buruk, maka sungguh ia telah binasa dan merugi." (HR. Nasai)
Karena itu sudah sepantasnya seorang yang meninggalkan shalat menjadikan Ramadhan sebagai moment yang tepat baginya untuk bertaubat dan melaksanakan shalat secara kontinu baik di bulan yang suci ini maupun di bulan-bulan lainnya.
3. Melakukan Hal-hal atau Kegiatan-kegiatan yang Mengundang Syahwat
seseorang yang berpuasa lalu mengeluarkan mani tanpa berhubungan badan baik lewat onani atau pun hal-hal lain yang memancing syahwatnya seperti menonton atau bacaan-bacaan porno maka puasanya pada hari itu batal dan diwajibkan atasnya untuk mengqadhanya (mengganti puasa yang batal tersebut) pada hari lain setelah Ramadhan.
Syaikh Shalih Al Utsaimin—rahimahullah—mengatakan bahwasanya seseorang yang bermimpi basah pada saat berpuasa maka tidak ada sanksi baginya, karena mani yang keluar bukan atas keinginannya, bahkan keluarnya mani tersebut tanpa ia sadari, sedangkan bagi yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani, maka sesungguhnya ia berdosa besar kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala, sehingga hal itu menyebabkan puasanya batal dan wajib baginya untuk mengqadha dan bertaubat dengan benar (Lihat Majâlis Syahri Ramadhân hal:160).
4. Tidak Menjaga Lidah
Seseorang yang sedang berpuasa hendaknya bersabar untuk menahan diri dan tidak membalas kejelekan yang ditujukan kepadanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,

"Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti, maka katakanlah, 'saya sedang berpuasa'." (HR. Muslim).
Rasulullah juga telah bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata 'zuur' dan beramal dengannya maka tidak ada keperluan bagi Allah untuk memberinya ganjaran pahala terhadap makanan dan minuman yang ia tinggalkan (puasanya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lalu apakah yang dimaksud dengan kata-kata zuur ? Imam Ath-Thibi menjelaskan hadits ini, “Kata-kata zuur adalah kata-kata bohong dan dusta, yaitu barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata yang batil baik ia berupa kata-kata yang mengandung kekufuran, saksi palsu, memfitnah, menceritakan kejelekan orang lain (ghibah), berdusta, menuduh, mencela, melaknat dan semisalnya dari perkataan-perkataan yang diwajibkan atas setiap orang untuk menjauhinya dan diharamkan baginya untuk melakukannya”. (Lihat. Tuhfatul Ahwadzi 3:320).
Wallohul Hâdî Ilâ Sawâ-is Sabîl
Silahkan Di Bagikan untuk mengingatkan sesama....

cara islam menghilangkan sifat malas (pengalaman pribadi hehe)

cara islam menghilangkan sifat malas (pengalaman pribadi hehe)




[]Cara Islam Menghilangkan Sifat Malas[]
Seandainya”, kalimat ini begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak, sebagian besar orang boleh jadi biasa mengucapkannya, “Seandainya aku melakukan ini, tentunya begini dan begini, tidak justru begini.” Ungkapan ini berkonotasi sebagai angan-angan semu dan sesuatu yang tidak akan terjadi.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sangat tidak menyukai umatnya mengumbar kata-kata “seandainya”. Beliau mewanti-wantikan kepada mereka bahwa kalimat “lau” (seandainya) adalah tipu daya setan. Orang yang selalu mengumbar kata ini adalah pemalas yang hanya bisa berhasrat tapi tak bersemangat.
Jika kita sudah benar-benar dijangkiti rasa malas, maka cepat-cepatlah berusaha melawan dan membuangnya jauh-jauh. Malas adalah sifat buruk yang wajib dihindari oleh semua muslim. Malas adalah ciri-ciri orang munafik.
Firman Allah dalam al-Qur’an (artinya):
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS an-Nisa’ [4]: 142)
Jika kita mulai kedatangan tamu yang bernama ‘malas’ dan kita ingin mengusirnya, berikut ini beberapa tips yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
1) Perbanyak Doa
Doa adalah senjata orang mukmin, begitulah Nabi menegaskan. Ibnu Qayyim dalam karyanya al-Jawâb al-Kâfî li Man Sa’ala ‘anid-Dawâ’ asy-Syâfi, menjelaskan bahwa obat mujarab untuk menyembuhkan jiwa orang mukmin yang sudah terjangkiti berbagai penyakit adalah berdoa dan bersungguh-sungguh dalam doa. Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menanggulangi rasa malas adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ والْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. رواه أبو داود
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang yang tak mampu dilawan.” (HR Abu Dawud)
2) Lawanlah Setan dan Nafsu
Malas sebenarnya berasal dari setan. Setan akan terus berusaha mengusik dan membujuk nafsu manusia untuk malas, baik dalam menunaikan ibadah maupun dalam aktivitas yang lain. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
“Setan mengikatkan tiga ikatan di belakang kepala salah seorang dari kalian ketika tidur. Pada setiap ikatan setan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah.” Apabila salah seorang dari kalian terjaga dari tidur, lalu menyebut nama Allah, maka akan terlerai satu ikatan. Jika ia mengambil wudu, maka terlerai satu ikatan lagi. Dan jika ia salat, maka terlerailah semua ikatan. Jika demikian, maka ia akan bangun di waktu pagi dalam keadaan rajin serta lapang hatinya. Jika ia tidak (melakukannya), maka ia bangun pagi dalam keadaan buruk jiwanya dan diliputi rasa malas.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibn Hibban, dan lainnya)
Hadis ini menunjukkan bahwa malas berasal dari setan dan kita harus berusaha terus melawannya dengan tidak menuruti apapun yang dibisikkan olehnya. Jika setan sudah bisa dikalahkan, maka malaspun akan hilang.
3) Menimba Ilmu
Timbalah ilmu sebanyak mungkin. Dengan ilmulah seseorang akan menjadi orang yang rajin dan cekatan dalam hidupnya. Mengapa ilmu? Apa hubungan antara ilmu dengan rajin? Gambaran sederhananya begini: ketika seseorang sudah mengetahui (memiliki ilmu) tentang fadilah dan keutamaan ibadah tertentu, maka pastinya akan menyebabkan ia rajin melakukan ibadah tersebut. Hal itu apabila dia memiliki keyakinan yang kuat tentang apa yang dipelajari. Orang yang memiliki ilmu mengenai keutamaan salat jamaah, ia akan terdorong untuk rajin mengerjakan salat jamaah. Begitupun ketika seseorang tahu bahwa malas berasal dari setan dan merupakan sifat orang munafik, dia akan memiliki dorongan untuk mengusirnya.
Sejalan dengan hal tersebut, sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isyak dan salat Subuh. Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan datang untuk salat walaupun harus merangkak.” (HR an-Nasa’i, ath-Thabrani, dan al-Baihaqi)
Sabda tersebut menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan mengenai hakikat sesuatu. Ilmu menyebabkan semangat dan sikap seseorang terhadap sebuah amal berubah 180 derajat. Ilmu akan menuntun seseorang untuk rajin dan cekatan dalam mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Wallahu a'am...

Wednesday, 27 January 2016

Perbaikan diri

Mari tegakkan :

Perbaiki dan tingkatkan Sholat kita.

yang biasa asal ngerjainnya, coba lakukan awal waktu.

yang biasa cuma wajibnya, tambahin dengan qobliyah dan bakdiyah-nya

2. Kerjakan Sholat Dhuha minimal 4 rekaat,

3. Kerjakan Sholat Tahajjud, krn tahajud ini merupakan dasar dan inti dari ibadah sholat kita dan merupakan tingkatan tertinggi hubungan kita dengan Allah. dan panjatkan doa dan hajat kita di 1/3 malam terakhir ini, krn di 1/3 malam terakhir Allah turun ke bumi dan senang melihat hamba2Nya yang mau bangun dan melakukan sholat dan kemudian berdoa.

4. Sedekah yang nendang, artinya sedekah yang besar, yang kira2 kalo dikasih ke orang lain, orang itu akan kaget menerimanya karena diluar dugaan. kalo sedekah yang kecil ibarat kita mau memancing ikan paus pakai umpan cacing…mana mungkin dapat ?

5. Baca Al quran, berikut pahami maksud dan isi surat atau ayat yang kita baca itu.

lakukan dengan sungguh2, InsyaAllah 40hari kedepan terjawab sudah doa kita…amiiin

tulisan ini bukan bermaksud menggurui yang baca, tapi sekedar pengingat buat saya pribadi dan semoga pengingat yang baca juga. amiin

Dijual cepat rumah kahuripan nirwana sidoarjo, 8x18 , bisa kpr 750jt hubungi 081333360520

Dijual cepat rumah kahuripan nirwana sidoarjo, 8x18 , bisa kpr 750jt hubungi 081333360520

Ruko taman dhika sidoarjo 4.5 x 15 tipe 120, 67.5 dua lantai

Ruko taman dhika sidoarjo 4.5 x 15 tipe 120, 67.5 dua lantai, harga 1.3M nego

Hubungi chris
081333360520

Dijual cepat Pondok mutiara sidoarjo murah meriah

Jual Cepat
Pondok Mutiara Sidoarjo
Rumah 1 lantai lokasi super strategis
√ 1 menit ke Lippo Mall
√ 2 menit ke Gerbang Tol
√ 3 menit ke Pusat Kota
Siap huni dan sdh renov minimalis
LT 135 m2 (9x15)
LB 100 m2
KT 3
KM 2
Gudang 1
PLN 2200
SHM
Hadap Selatan
Harga 875jt NEGO SAMPAI DEALL!!!

Hubungi chrisna
081333360520

Monday, 25 January 2016

BeSS MANSION

BeSS MANSION




#bessmansion  #surabaya #kondominium #condominium #bessmansionsurabaya #condominiumsurabaya #surabayaayani  #surabayaselatan  #condominiumbintanglima #surabayacondo #surabayacondominium #bintanglima #ekspatriat #ekspatriatsurabaya #apartemen #apartemensurabaya #jemursari #jemurwonosari #bsg #bersatusuksesgroup #investproperty #investasiproperty  #propertysurabaya #surabayaproperty #hargaperdana #surabayaselatan #row47meter #cintaproperty #bessmansioncondominiumsurabaya
#apartemen1br #apartemen2br #apartemen3br #surabayaapartemen1br #surabayaapartemen2br #surabayakondominium #surabayaapartemen3br  #kondominiumekspatriat ##condominiumekspatriat #ekspatriatkondominium #ekspatriatcondominium

Monday, 18 January 2016

#bessmansion #surabaya #kondominium #condominium #bessmansionsurabaya #condominiumsurabaya #surabayaayani #surabayaselatan #condominiumbintanglima #surabayacondo #surabayacondominium #bintanglima #ekspatriat #ekspatriatsurabaya # #apartemen #apartemensurabaya #jemursari #jemurwonosari #bsg #bersatusuksesgroup #investproperty #investasiproperty #propertysurabaya #surabayaproperty #hargaperdana #surabayaselatan #row47meter #cintaproperty

#bessmansion #surabaya #kondominium #condominium #bessmansionsurabaya #condominiumsurabaya #surabayaayani #surabayaselatan #condominiumbintanglima #surabayacondo #surabayacondominium #bintanglima #ekspatriat #ekspatriatsurabaya # #apartemen #apartemensurabaya #jemursari #jemurwonosari #bsg #bersatusuksesgroup #investproperty #investasiproperty  #propertysurabaya #surabayaproperty #hargaperdana #surabayaselatan #row47meter #cintaproperty

Friday, 15 January 2016

Tahukah kawan iblis sebenarnya ahli ibadah, tapi ia adalah makhluk yang sombong tapi dangkal ilmunya.

Tahukah kawan iblis sebenarnya ahli ibadah, tapi ia adalah makhluk yang sombong tapi dangkal ilmunya.


Tahukah kawan iblis sebenarnya ahli ibadah, tapi ia adalah makhluk yang sombong tapi dangkal ilmunya. Orang yang sombong pasti ilmunya tidak akan mengalami kemajuan berarti, karena sudah merasa ilmunya sudah mencapai puncak paling tinggi (top of the top). Ilmu yang hakikatnya masih pada level taman kanak-kanak, tapi dirasa sudah mencapai tingkat doktor. Akibatnya, 'nyanyian' orang disekitarnya tak dihiraukan.
Terkadang ada orang yang ilmunya bertambah takaburnya menjadi-jadi? Salah satu sebabnya menurut al-Ghazali karena ia mendalami ilmu agama saat hatinya kotor. Rajin mengaji tapi maksiat jalan terus. Maka solusinya ia harus mujahadah, membersihkan kotoran-kotoran hati dan membenahi akhlak lebih dahulu. Atau niat awalnya sudah salah. Menuntut ilmu dengan niat mencari pengaruh, jabatan dan harta atau menjadi ustadz biar kaya. Dan fenomena ini agaknya sudah menjadi tren saat ini.
Lantas bagaimana menyembuhkan penyakit ujub dan takabur ini? Kesombongan dan ujub, biasanya disebabkan oleh faktor nasab, ketampanan, kekayaan dan ilmu. Untuk soal nasab, seorang muslim harus sadar bahwa semulia apapun nasab ayah atau kakek, semuanya berasal dari cairan yang hina dan dari tempat yang rendah yaitu tanah.
Sombong karena ilmu merupakan satu bentuk kesombongan yang paling dahsyat daya rusaknya, yang tentunya sangat rumit untuk menyembuhkannya. Banyak kasus seorang 'alim jatuh pada kesesatan karena faktor ini. Model kesombongan seperti ini butuh usaha dan niat yang sungguh-sungguh. Maka orang yang berilmu mesti harus mengetahui dua hal; pertama, kesadaran bahwa tanggung jawab 'alim di hadapan Allah lebih berat. Seorang 'alim yang durhaka dengan ilmunya lebih buruk daripada orang bodoh yang maksiat. Seorang kiai dan orang bodoh yang sama-sama berzina, siksanya lebih pedih seorang kiai. Kedua, bahwa sifat sombong itu hanya milik Allah. Makhluk lainnya tidak berhak bertakabur. Bila seseorang itu bertakabur, maka sesungguhnya ia telah merampas hak Allah. Bagaimana Allah tidak murka dengan orang seperti ini?
Tapi secara umum, Imam al-Ghazali memberi beberapa petunjuk sebagai berikut; Yaitu, adanya sinergi atau kombinasi antara ilmu dan amal. Seorang muslim hendaknya menyadari hakikat diri dan hakikat Allah (ma'rifatullah). Hakikat manusia adalah makhluk hina. Ia dilahirkan dari sesuatu yang hina (QS. Al-Insan: 1-2). Saat lahir, ia sama sekali tidak memiliki apa-apa dan lemah. Semua kepandaian, kecerdasan dan keluasan ilmu semuanya dari Allah. Sedangkan Allah SWT adalah dzat yang serba sempurna. Dialah yang berhak sombong.
Adapun penyembuhan dengan amal dapat dilakukan dengan melatih diri menjadi orang tawadhu', setinggi apapun ilmunya. Rasulullah SAW telah memberi teladan yang luar biasa dalam hal ini. Beliau adalah manusia yang paling mulia. Tapi, Rasulullah SAW adalah tipe pemimpin yang merakyat. Ia tak segan bergumul dengan orang-orang miskin. Dalam satu riwayat beliau sampai-sampai pernah makan di atas tanah tanpa alas bersama sahabat. Seorang ulama' salaf pernah melatih diri dengan makan dan ngobrol bersama para penjual di emperan pasar. Padahal ia sangat terpandang di mata umat. Hal ini dilakukannya semata-mata demi menyingkirkan sifat kibr yang hinggap di hatinya.
Semoga Allah Swt membersihkan hati kita dari sifat sombong dan riya , aamiin

Thursday, 14 January 2016

Dijual kos kosan surat ijo ngagel

Dijual kos kosan surat ijo ngagel

9kt,9km,
7x13,5m
1m nego badai

Hub 085231030004

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. ( qs albaqarah ayat 45 - 46 )
Ada pertanyaan,,,,,,;
kenapa orang yang telah ngaku islam,, masih tidak merasa bersalah saja tuk tidak shalat....?
# Jadi sebagai muslim dah semestinya kita memantapkan perisai diri pada kesabaran dan ke sungguhan dalam kerjakan shalat.
# Nah kenapa ,,, masih banyak saja orang yang ngaku islam..tapi tiada merasa bersalah saja tuk tinggalkan shalat,,,?
# Apa iya ,,, kita masih belum yakin akan adanya pertanggung jawaban pada Allah nantinya,,,?
# Bukan kah orang non muslim juga akui akan adanya kematian,,,?
# Bukan kah risalah kerasulan nabi itu tuk beri penjelasan tentang akan adanya hari kita akan di tuntut pertanggung jawaban sebagai hamba,,?
# Renungkan lah saudara ku,,,, dari mana kitanya,,,,?
Dan akan kemanakah tujuan akhir kita nanti.,,,?
Dan Buat apa kita diciptakan,,,?
# Anda masa bodoh,, atau andai serius memikirkannya,,, kematian dan pertanggung jawaban,,, pasti akan anda hadapi,,?
# Atau dah yakin banget,,,? dah segitu kebalnya diri anda tuk hadapi api nantinya,,,?
Sesali lah dahulu saudaraku,, sebelum semua terlambat......!

Tuesday, 12 January 2016

Hubungan Maksiat Dengan Bencana[]

Hubungan Maksiat Dengan Bencana[]


Wahai saudaraku, sadarlah, perbaikilah amalmu dengan sekuat tenaga. Amatilah setiap zaman dengan cermat. Sebab, ada zaman yang keburukannya banyak dan kebahagiaannya sedikit, kesedihannya tersebar rata, kesusahannya banyak dan keberkahannya sedikit. Oleh karena itu seorang yang berakal hendaknya sadar dan berhati-hati, berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan segenap kemampuannya agar terhindar dari bencana.
Sesungguhnya yang menjerumuskan manusia ke dalam berbagai bencana ini tiada lain adalah kelalaian, pengabaian, berpalingnya mereka dari Allah Yang Maha Tinggi, dan keinginan kuat untuk dekat kepada Allah tanpa diiringi amal yang memadai. Karena itulah Allah Ta’âlâ murka dan tidak memberikan berkah pada bumi. Sehingga alam porak poranda dan keadaan makhluk pun terpuruk.
Demikianlah zaman yang penuh kelalaian, di dalamnya para pelaku maksiat bermaksiat secara terang- terangan, zaman yang serba sulit, zaman yang
pengaruhnya sangat mengkhawatirkan. Keadaan ini menunjukkan bahwa Allah Ta’âlâ telah berpaling dari makhluk-Nya. Sebab, jika Allah meridhoi hamba-Nya, maka Ia akan memandang mereka dengan penuh kasih, alam pun bercahaya, jiwa senang, hati hidup, kebahagiaan tampak, keadaan manusia menjadi baik, berkah melimpah ruah dan kebaikan semakin meningkat.
Dikatakan dalam sebuah syair:
Kau lihat kampung ini ceria saat Nu’ma ada,
Dan menjadi suram ketika ia tiada
Atau:
Demi hidupku,
jika hati ini bahagia saat berdekatan denganmu,
ia pasti menderita ketika jauh darimu
kau pergi atau tinggal,
cintaku padamu tetap membara,
tempatmu di hatiku selalu terjaga
betapa sepi dunia tanpa dirimu
dan alangkah indahnya dunia bila bersamamu
Atau:
Kehadiranmu membuatku senang dan bahagia
tanpamu dunia ini bagiku adalah penjara
kujalani hidup ini
dan kehidupan pun terasa nikmat bersamamu
berderai air mataku karenamu
dan kampung ini terasa nyaman berkatmu
Jika tidak berlomba ‘tuk memperoleh cintamu
dan tidak cemburu kepadamu,
lalu dengan siapa lagi aku mesti berlomba?
Kau telah membuatku mencintai Najd dan Hajir,
Padahal keduanya bukan negeriku
Kau dahulu pernah tinggal di situ
Maka keduanya menjadi tempat nyaman bagiku
Para ulama berkata, “Jika Allah Ta’âlâ berpaling dari makhluk, Ia jadikan alam ini gelap gulita, maka lenyaplah kesenangannya, padamlah cahayanya, hancurlah hati manusia, menjadi buruk keadaan mereka, tersebar merata kesedihan, menjadi sedikit kebaikan, lenyaplah amanah, hilanglah rasa cinta, membumbung tinggi harga-harga, orang jahat berkuasa, berkuranglah keuntungan para pedagang, orang berakal menjadi bingung menyaksikan peristiwa- peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan bumi rusak dan tak ramah kepada penghuninya.
Dalam syair dikatakan:
Jika aku berkunjung ke suatu kota
dan tak kulihat engkau di sana
kota berubah muram wajahnya
dan semua menjadi gelap gulita
Bencana ini terjadi karena dosa-dosa manusia; karena mereka melanggar larangan-Nya dan mengabaikan perintah-Nya. Sebab Allah dapat menyegerakan
atau menunda siksa. Siksa yang disegerakan adalah seperti yang telah kusebutkan: kerusakan alam dan lain-lain. Adapun siksa yang ditunda adalah siksa yang dijanjikan di akhirat.
Oleh karena itu, orang yang cerdas seharusnya bangkit dari tidurnya dan mencurahkan semua tenaga untuk beribadah kepada Tuhannya. Sehingga, ketika manusia ditimpa siksa dan bencana, maka Allah dengan rahmat-Nya akan menyelamatkan mereka yang sungguh-sungguh berkhidmat kepada-Nya.
Sebab, bencana yang diturunkan akan menimpa semua manusia: yang taat apalagi yang durhaka. Hanya saja bencana yang menimpa orang yang baik, sedikit dan sangat ringan. Meskipun bencana dan musibah duniawi menyakitkan dan membahayakan, namun demi mencari pahala, maka kaum sholihin bersabar atas pahitnya qodho dan pedihnya bala`, mereka berkata:
baik atau pun buruk perlakuannya
aku pasti ridho kepadanya
dan hatiku pun rela dengan ketentuannya
meski tak pernah kuhirup aroma keridhoanmu
meski tak kunjung henti hari-hari amarahmu
Lain halnya dengan orang yang lalai dan suka bermaksiat, mereka akan mendapat bencana dan malapetaka yang dahsyat. Demikian buruknya perbuatan mereka, sehingga bencana itu juga menimpa orang-orang yang baik di antara mereka. Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, “Dan peliharalah dirimu daripada siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim di antaramu saja.” (QS Al-Anfal, 8:25)
Juga disebutkan bahwa Allah SWT berfirman dalam salah satu kitab yang Ia turunkan, “Karena dosa seorang munafik, sebuah kota terbakar. Lantaran dosa
seorang munafik, dunia terbakar.”
Perbuatan yang paling sering menyebabkan manusia tertimpa berbagai bencana adalah amalan yang muncul dari hati yang penuh kedengkian dan riya,
terutama jika amalan itu dikerjakan oleh seorang ahli zuhud atau ahli ilmu.
Sebab, Allah SWT telah berfirman kepada bani Israil, “Kalian menuntut ilmu untuk selain Allah. Kalian belajar bukan untuk diamalkan. Kalian bersihkan minuman kalian dari kotoran, tapi makanan haram sebesar gunung kalian telan. Kalian memakai pakaian dari bulu domba, tapi menyembunyikan nafsu serigala. Karena itu demi Keagungan-Ku, Aku bersumpah akan menimpakan kepada kalian fitnah yang dapat menyesatkan pemikiran para ahli pikir dan hikmah.”
Untungnya, setiap terjadi bencana Allah Ta’âlâ selalu menyayangi dan melindungi hamba-hamba-Nya:
Demikianlah menjadi kewajiban Kami untuk
menyelamatkan orang-orang yang beriman.
(QS Yunus, 10:103)
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. (QS Al-Haj, 22:38)
Diriwayatkan bahwa seorang utusan Allah Azza wa Jalla menemui seorang lelaki saleh Bani Israil yang ditimpa berbagai bencana, “Jangan takut, sesungguhnya Allah bersamamu, Allah berfirman untukmu, ‘Sesungguhnya seorang kekasih tidak akan menelantarkan kecintaannya. Orang yang bertawakal
kepada-Ku tidak akan hina. Dan orang yang meminta kekuatan dari-Ku, tidak akan lemah.”

Monday, 11 January 2016

Hidup tanpa iman bagaikan kendaraan tanpa pengemudi

Hidup tanpa iman bagaikan kendaraan tanpa pengemudi


Hidup tanpa iman bagaikan kendaraan tanpa pengemudi. Maka dari itu marilah kita jaga kesehatan IMAN kita di hati.
Marilah kita sirami pohon IMAN yang ada di tubuh kita dengan air KEIKHLASAN yang mengalir setiap hari utk bersedekah. Dan sedekah itu bisa berupa : harta, fikiran, tenaga, ilmu dan senyuman.
Senyum itu sesungguhnya :
~ Ibadah yang paling mudah.
~ Sedekah yang paling murah.
~ Dengan senyum kita akan kelihatan lebih ceria.
~ Dengan senyuman hidup ini akan terasa indah.
~ Dan dengan senyum akan mendatangkan berkah.
Dan marilah kita pupuk dengan KEMAUAN, untuk datang ke tempat-tempat penyubur IMAN. Seperti: ke masjid dan ke majelis ta’lim dan mau membaca buku-buku atau majalah Islam.

Dan utamakan baca AL QUR’AN karena di dalam Al Qur’an tersirat semua yang ada di dunia dan di akhirat nanti.
Marilah kita gunakan pilot IMAN untuk bisa mengendarai pesawat TAQWA yang berpramugarikan TAWAKAL.
Dan akan mendarat di bandara KESUKSESAN DUNIA & AKHIRAT. Yang akan menghasilkan KEBAHAGIAAN yang hakiki.
Wallahu’alam

Sunday, 10 January 2016

Hasud merupakan salah satu penykait hati yang paling susah dihindari oleh manusia

Hasud merupakan salah satu penykait hati yang paling susah dihindari oleh manusia


[] Delapan Bahaya Hasud/ Iri-Dengki[]
Hasud merupakan salah satu penykait hati yang paling susah dihindari oleh manusia. Hasud dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan istilah dengki atau iri hati. Akan tetapi dalam kenyataan hidup ini, hasud tidaklah sesingkat keterangan linguistis tersebut. Karena, bisa jadi hasud memiliki kekayaan dalam bentuk praktis tak terhingga. Dan hasud juga memiliki dampak yang luar biasa, secara fisik maupun psikis. Tidak hanya terbatas dalam ranah kehidupan sacral (agama), tetapi juga dalam realita kehidupan yang profane.
Ibarat kata, hasud bagaikan setitik nila yang dapat menyebabkan rusaknya susu sebelanga. Demikianlah gambaran kecilnya hasud yang memiliki dampak sangat besar. Bagaimana tidak, karena hasud dapat merusak berbagai pahala amal kebaikan. Pahala mengaji, shalat, puasa, haji, juga pahala umrah semuanya kebakar ludes oleh dosa hasud. Sebagaimana api merusak kayu bakar. Demikianlah cara kerja hasud merusak segala macam amal kebaikan.
Hasud biasa berawal dari rasa ketidak sukaan seseorang kepada orang lain. Kemudian ketidak sukaan ini bertambah ketika orang lain tesebut mendapatkan nikmat atau kesenangan, hingga akhirnya muncullah keinginan untuk merusak bahkan melenyapkan kenikmatan tersebut dari orang lain itu.
Ada delapan bahaya hasud yang diterangkan dalam kitab Thariqah Muhammadiyah.
Pertama, Ifsadut tho’at. Bahwa hasud itu merusak keta’atan kepada Allah. Mislakan seorang pedagang yang jujur yang tidak pernah berbohong, bahkan ia seorang yang rajin beribadah, menyempatkan waktu untuk shalat di tengah kesibukannya. Tiba-tiba datanglah pedagang baru yang menyainginya dengan modal yang berlimpah. Maka ketika pedagang yang ta’at ini berusaha melakukan perlawanan yang tidak sehat dengan tujuan menghentikan lawannya, maka dia telah terkena penyakit hasud. Biasanya ia akan melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan lebih besar. Sehingga ia melupakan kaedah berdagang yang baik.
Kedua, bahaya hasud adalah al-Ifdha’u ila fi’lil ma’ashi, yaitu membuka pintu terjadinya makshiat. Bahwa I hasud biasanya membutuhkan pertolongan orang lain untuk menghilangkan nikmat orang yang dihasudi. Secara otomatis si hasud akan menarik orang lain melakukan kemaksiatan bahkan juga kejahatan. Misalkan meminta bantuan dukun, meminta bantuan preman atau meminta bantuan orang lain untuk melakukan fitnah dan seterusnya.
Ini berarti perasaan hasud menyeret orang lain melakukan makshiat. Bahkan akan menambah makshiat dirinya sendiri, karena ketika si hasud meminta bantuan kepada orang lain, ia akan menggunakan berbagai macam cerita dan mengarang kebohongan, bukankah ini merupakan makshiat baru?
Bahaya hasud yang Ketiga adalah, hirmantus syafa’ah, yaitu menghalangkan diri dari syafaat besok di hari kiamat. Artinya, orang yang selama hidupnya melakukan hasud walaupun memiliki amal tidak akan mendapatan syafaat dari Rasulullah saw.
Keempat, hasud dapat menyebabkan orang masuk neraka (duhulun nar). Bahaya keempat ini merupakan dampak dari berbagai bahaya yang lain. Secara otomatis orang yang amalnya telah terhapus dan tidak mendapatkan syafaat dari manapun, maka dapat dipastikan bahwa nerakalah tempatnya kelak.
Kelima, al-ifdha’ ila dharari ghairihi. Bahwa hasud dapat membahayakan orang lain. Hal ini sering terjadi karena orang akan berusaha semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan melenyapkan nikmat yang dihasudi. Ini biasanya akan membawa-bawa orang lain. Sebagaimana hasud menyeret orang lain untuk melakukan makshiat.
Misalnya, untuk menjatuhkan saingan bisnis yang selama ini telah mapan dalam kepailitan, orang yang hasud akan menggunakan berbagai macam cara. Diantaranya membuat fitnah melalui berbagai media yang ia suarakan lewat mulut orang lain. Sehingga pemilik mulut itulah yang akhinya terkena imbasnya.
Bisa juga orang yang hasud itu dengan sengaja ingin menghilangkan kenikmatan orang lain dengan cara membakar rumah orang tersebut ketika tidur. Padahal di dalam rumah itu ada pembantu dan keluarga lainnya. Secara otomatis mereka yang tidak tahu-enahu urusan ikut menjadi korban.
Bahaya keenam adalah, at-ta’ab wal ham min ghairi faidatin. Artinya orang yang hasud selalu disibukkan dengan masalah yang tidak ada faedahnya dan juga dirundung kesedihan yang tidak terbatas. Misalkan orang yang merasa hasud dengan tetangga yang membeli mobil, maka ia akan selalu kepikiran bagaimana caranya membeli mobil seperti tetangga sebelah, atau bagaimana caranya agar mobil tetangga sebelah itu cepat rusak. Maka berulahlah dia dengan melakukan berbagai intrik yang menyibukkan dirinya sendiri. Padahal, yang demikian itu tidak pernah dipikirkan oleh tetangga sebelah.
Parahnya lagi, sebelum si hasud berhasil merusak mobil ternyata tetangga sebelah sudah menukar mobil itu dengan mobil yang lebih baru dan lebih canggih. Maka berpikirlah si hasud dengan intriknya lagi, disibukkanlah dia dengan berbagai pikiran yang menyedihkan hati dan tidak pernah berhenti.
Ketujuh, ‘amal qalbi hatta yakada la yafhamu hukman min ahkamillahi ta’ala. Hasud akan menyebabkan seseorang buta hatinya dan tidak mempedulikan lagi aturan syariat dan hukum Allah swt. Mata hati si hasud telah buta, sehingga ia tidak peduli bahwa orang yang dihasudi, yang hendak direbut kenikmatannya adalah saudara sendiri, teman sendiri, sahabat, keluarga sendiri, bahkan juga orang tua sendiri. Begitu pekatnya rasa kebencian dalam hati itu sehingga menutup mata dari pemahaman agama. Si hasud tidak lagi dapat mengenali hukum Allah, ia tidak peduli lagi dengan ancaman Allah bagi orang yang durhakan, menghianati atau memfitnah keluarga sendiri.
Banyak sekali contoh yang menunjukkan betapa sengitnya persaingan dunia bisnis biasa terjadi antar saudara (adik-kakak) dalam satu keluarga. Karena hasud, kawan bisa menjadi lawan dan saudara bisa menjadi terdakwa.
Terakhir, yang kedelapan adalah alhirmanu wal hidzlanu. Bahwa hasud itu akan menjadikan seseorang terhalang dari keberhasilan. Artinya, si hasud akan semakin menjauhi diri dari kesuksesan. Meskipun si hasud berhasil mencelakai orang lain tetapi ia sama sekali tidak puas. Bahkan ia akan semakin merasa jauh dari keberhasilan. Sebagaimana orang yang semakin haus karena minum air laut.
Semoga menjadi renungan kita,.
silahkan like atau bagikan agar orang lain membaca pula tulisan ini,

Saturday, 9 January 2016

Promo harga lama BESS MANSION

BeSS Mansion Condominium Surabaya
Condominium Mewah di Lokasi Emas - Raya Jemursari Surabaya  BEST LOCATION Selangkah dr Jl A.Yani. Dekat dg Graha Pena, Pusat Bisnis Jemursari, Kantor Pemerintahan Gayungsari, Rungkut Industri. 15menit ke Bandara Via Tol R.Industri 

DEVELOPER YG TERPERCAYA Dengan pengalaman membangun Tanggulangin Anggun Sejahtera 1 -5, Permata Sidoarjo Regency, Malang Anggun Sejahtera, BeSS Resort & Water Park dll serta banyak penghargaan dr pemerintah RI, menjadikan BERSATU SUKSES GROUP sebagai Developer yg Sangat Diperhitungkan 

KONSEP & DESAIN YG BEDA Dengan Konsep " Luxury Of Privacy Living ", Hunian yang mengutamakan nilai Privasi, keamanan dan kenyamanan. Berdiri di atas lahan 6.390m2, Terdiri atas 2 tower elegan dengan 41 Lantai dg total 723 unit. 

*** SUITE Tower ***
Hanya 4 unit per Lantai PRIVATE LIFT Langsung masuk unit
Tipe : 3+1 BR 153.31 - 155.73m2
Tipe. : 4+1 BR Penhouse 277.57m2 ( 2Lantai dg PRIVATE POOL ) 

*** PREMIER Tower ***
Tipe : 1BR 38.95 - 39.44m2
        2BR 59.53 - 88.81m2
        3BR 153.31 - 155.73m2
LOFT 95.59 - 184.89m2 ( PRIVATE POOL unit tertentu )  Dilengkapi dengan fasilitas 2 STOREY INFINITY POOL WITH WATERFALL yang pertama kali di Indonesia, BACK UP LISTRIK 100% ( Khusus Suite Tower ) dan 4 Area SKY GARDEN menjadikan BeSS Mansion sebagai Simbol Kemewahan & Personality bagi Penghuninya.  SERAH TERIMA 2019

Bess Mansion condominium

Dengan fasililitas yang menunjang seperti :
1. infinity pool with waterfall
2. Clinique
3. Jogging track
4. Gym
5. Mini cinema
6. Lounge
7. Sky garden
8. Sky deck
9. Sky garden
10. Library
11. Laundry
12. Mini market
13. Reflexology
14. Cctv 24jam
15. Video phone
16. ATM center
17. Meeting room
18. Comunity room
19. Restaurant
20. Child playground & day care

CARA BAYAR YG MUDAH In House : Harga di cicil 48x KPA : 50% 48x Sisa di KPA  POTENSI CAPITAL GAIN TINGGI !!! 

K R I S W.
081333360520/085231030004
pin 237be1bb

visit: https://m.facebook.com/BeSSMansionCondominium

Bahaya Lisan[]

Bahaya Lisan[]



Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semaunya sendiri.
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)
Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali engkau gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan.
Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan.
Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan.
Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan.
Sungguh betapa besar bahaya lisan.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)
Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda. “Artinya : Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda.
‘Beliau menimpali, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain.
Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.
Memang lisan tidak bertulang. Apabila keliru menggerakkannya akan mencampakkan kita dalam murka Allah yang berakhir dengan neraka-Nya. Lisan akan memberikan ta’bir (mengungkapkan) tentang baik-buruk pemiliknya.
Inilah ucapan beberapa ulama tentang bahaya lisan:
1. Anas bin Malik:
“Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”
2. Abu Ad-Darda’:
“Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”
3. Al-Ahnaf bin Qais:
“Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”
4. Abu Hatim:
“Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara.
Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara).
Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”
05. Yahya bin ‘Uqbah:
“Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata:
‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”
Menjaga lisan jelas akan memberikan banyak manfaat.
Di antaranya:
1. Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6090 dan Muslim no. 48)
2. Akan menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam agamanya.
Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
“Orang Islam yang paling utama adalah orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.”
(Shahih, HR. Al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)
Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali mengatakan: “Hadits ini menjelaskan larangan mengganggu orang Islam baik dengan perkataan ataupun perbuatan.” (Bahjatun Nazhirin, 3/8)
3. Mendapat jaminan dari Rasulullah untuk masuk ke surga.
Rasulullah bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’d :
“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya (mulut) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).”
(HR. Al-Bukhari no. 6088)
4. Allah akan mengangkat derajat-Nya dan memberikan ridha-Nya kepadanya.
Rasulullah bersabda dalam hadits riwayat Bukhari :
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6092)
Dalam riwayat Al-Imam Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali dalam Bahjatun Nazhirin (3/11), dari shahabat Bilal bin Al-Harits Al-Muzani bahwa Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.”
Demikianlah beberapa keutamaan menjaga lisan.
Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mengejar keutamaan tersebut.
Wallahu a’lam
klik suka atau bagikan agar orang lain ikut membaca... semoga bermanfaat

Rezeki Halal Sumber Kebahagiaan[]

Rezeki Halal Sumber Kebahagiaan[]



Allah telah memerintahkan kepada kita agar selalu mencari rizki dari sumber yang halal. Dan perintah ini banyak terkandung dalam ayat alquran, diantaranya dalam surah Annahl ayat 114
Yang artinya: “ Maka makanlah lagi baik dari rezki yang telah diberikan oleh Allah kepadamu, dan syukuriklah ni’mat Allah jika kamu benar-benar menyembah-NYA.”
Demikian juga Islam yang kita anut telah menganjurkan agar kita berusaha dengan tekun dan memberikan yang terbaik. Sebagai umat yang menjadi panutan sudah sewajarnya kita menunjukkan bahwa setiap usaha kita adalah yang terbaik yang akan ýmembuahkan hasil yang baik juga.
Cara memperoleh rezki yang halal.
Untuk memperoleh rezki yang halal kita perlu melakukan 3 perkara:
Perencanaan.
Dengan melakukan perencanaan yang matang terhadap masalah sumber keuangan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita akan terhindar untuk melakukan pengumpulan uang dengan jalan yang tidak di ridloi oleh Allah.
Berusaha.
Dengan perencanaan yang matang tadi, terus kita praktekkan dalam bentuk usaha yang benar-benar untuk mencari rezki yang halal. Ketika niat kita sudah kuat dan bulat, maka seberat apapun tantangan dalam hidup akan dapat teratasi.
Doa.
Dalam waktu yang bersamaan kita juga harus selau ingat kepada Allah dengan memperbanyak doa agar dipermudah dan ýdiberkati usaha kita.
Dampak rezki yang halal
Maka dari itu kita perlu bermuhasabah mengenai usaha dan pekerjaan kita sekarang ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita sudah memastikan bahwa sumber mata pencaharian kita adalah yang halal?.Sangat penting bagi kita semua untuk menjaga agar tidak ada sesuatu barang yang haram masuk kedalam tubuh kita.
Membentuk keluarga yang bahagia
Andaikata sesuatu yang kita makan berasal dari rezki yang halal maka dalam kehidupan akan terasa tenang. Berbeda dengan orang yang memakan dari rezki yang haram dalam sehari-harinya, keluarga akan berantakan walaupun kaya dalam materi. Maka jangan menyalahkan kepada anak-anaknya, ketika nantinya menjadi anak yang susah diatur dan durhaka kepada kedua orang tua. Karena memang sumbernya berasal dari sesuatu yang tidak diridloi oleh Allah.
Banyak kasus kalau kita melihat fenomena dalam kehidupan dimasyarakat, anak berani kepada orang tua. Itu tidak lain adalah dampak daripada rezki haram yang mereka makan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah telah bersabda: “ Tiada mendatangkan faedah bagi daging yang tumbuh dari sumber yang haram, melainkan nerakalah tempat yang sewajarnya bagi daging itu.” (HR Imam Turmudzi)
Hidup lebih terarah.
Dengan rezki yang halal akan menjadikan kehidupan kita semakin nikmat dan terarah. Menerima apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita tanpa harus terus melihat keatas dalam masalah harta. Ketika hati kita selalu berpikir masalah kekayaan, maka yang terpikir adalah bagaimana memperoleh sesuatu yang belum ada pada diri kita, tanpa melihat kenikmatan yang telah kita terima.
Rezki haram pangkal kehancuran
Kalau kita mau menengok kondisi dimasyarakat sekarang ini, betapa banyak orang yang tidak lagi memiliki rasa malu dalam mencari sesuap nasi sehingga mendorong terjadinya praktek suap, tidak amanah terhadap pekerjaan sehingga dampaknya adalah keinginan manusia cepat kaya dan menganggap harta kekayaan sebagai sesuatu yang paling penting dalam kehidupan. Maka tidak berlebihan kalau kita sering mendengar banyak ungkapan dalam kehidupan sehari-hari, mencari rezki yang haram saja susah apalagi mendapat rezki yang halal atau kita akan senantiasa miskin jika tidak mencar rezki tambahan dari sumber yang haram.
Rasulullah menjelaskan hal ini dalam sebuah hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah “ Bakal datang kepada manusia suatu masa orang tidak lagi peduli terhadap apa yang diambilnya, apakah itu halal atau haram.”
Demikian juga dari Ibnu Umar berkata: “ Barang siapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham, satu dirham diantaranya uang yang haram, maka Allah tidak akan menerima sholatnya selama pakaian itu masih dipakainya. Kemudian Ibnu Umar memasukkan jarinya kedalam dua telinganya, lalu berkata: “ biarkanlah telinga ini tuli kalau tidak mau mendengarkan
perkataan dari Rasulullah ini.” ( HR Imam Bukhori)
Anggapan yang demikian adalah tidak benar sama sekali. Sebab Allah telah menjamin rezki kita dan memberikan rezki kita sesuai dengan kadar yang telah ditentukan Allah yang kita tidak tahu berapakah kadar tersebut. Oleh karena itu kita perlu terus berusaha, bekerja dan mencari rezki yang halal. kita tidak boleh tergantung pada nasib atau mengeluh nasib, karena itu tidak membawa faedah.
Sebelum kita akhiri marilah kita menengok sebentar tentang kisah seorang sahabat yang dapat kita jadikan sebagai suri tauladan dalam masalah kehati-hatiannya dalam makanan yang haram. Beliau adalah Abu Bakar, seoramg Kholifah pertama setelah wafatnya Rasulullah. Dalam suatu hari beliau makan sesuatu, lalu hambanya memberitahu bahwa makanan yang barusan dimakan tadi adalah hasil dari pekerjaannya sebagai tukang tilik sebelum dia masuk Islam. Mendengar hal tersebut beliau lantas mengeluarkan makanan tersebut dan memuntahkan semua yang ada dalam perutnya. Lalu hambanya menegur: “Mengapa engkau wahai baginda mengeluarkan makanan yang sudah engkau makan?. Maka beliau menjawab: “ Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda bahwa badan yang tumbuh subur dengan makanan yang haram pasti akan merasakan api neraka. Oleh karena itu aku memaksa makanaan itu keluar, takut kalau-kalau ia menyuburkanku.
Semoga dengan niat untuk mencari rezki yang halal serta berusaha, rezki yang kita terima diberkati oleh Allah. Rezki yang penuh berkah akan menjadikan kita bukan saja umat yang dijadikan suri tauladan akan tetapi umat yang memberikan sumbangan kepada bangsa, agama dan negara. Wallohu A’lam Bisshowab

Friday, 8 January 2016

[]Resep Kaya dengan Takwa, Ilmu dan Amal[]

[]Resep Kaya dengan Takwa, Ilmu dan Amal[]


[]Resep Kaya dengan Takwa, Ilmu dan Amal[]
Manusia diciptakan dengan memiliki kemampuan untuk berkembang dan berubah. Perubahan itu hendaknya mengikuti apa yang telah digariskan oleh Allah dalam Al-Quran. Ada fase atau jenjang yang harus dilalui oleh seorang muslim. Islam tidak menuntut banyak perubahan dalam diri seseorang, melainkan perubahan hanyalah ada dan sejalan dengan taufiq (petunjuk) Allah. Ketika taufiq itu masuk dalam diri seseorang, maka ada banyak harapan akan terjadi perubahan-perubahan. Kadang-kadang bisa mengejutkan nalar manusia, karena taufiq itu sesuatu yang irrasional (tidak masuk akal) dan transendental (hanya urusan Allah Ta’ala).
Manusia sering kali terperangkap dengan kemauan nafsunya, angan-angan yang tidak berujung, dan cinta terhadap dunia. Sehingga dalam perjalanan hidupnya manusia sering kali mengabaikan sisi yang terpenting, yaitu adab dalam beribadah terhadap Sang Khalik ( Sang Pencipta). Sedikit sekali manusia yang mengerti dan memperhatikan tatakrama terhadap Allah Sang Khalik. Berkata Al-Imam Ibnu Athoillah As-Sakandary,
“Kegigihanmu untuk mencapai sesuatu yang telah dijamin pasti oleh Allah bagimu, dan keteledoran terhadap kewajiban yang diamanatkan kepadamu menunjukkan butanya mata hatimu.”
Kata ijtihad disini mengisyaratkan bahwa mencari rizqi dengan cara berlebihan, bertentangan dengan tatakrama seorang hamba dengan Allah Sang Khaliq. Sedangkan kebalikannya adalah orang yang menerima dengan ridla terhadap apa yang diberikan oleh Allah, dengan hanya takut terhadap apa-apa yang dilarang oleh Allah dan menjaga tatakrama selama bekerja. Secara gamblang Imam Ibnu Athoillah menggambarkan bahwa manusia itu boleh-boleh saja untuk bekerja untuk mencari dunia. Namun di sisi lain manusia juga harus menjaga amaliyah akhirat mereka. Fokus pembahasannya adalah manusia itu harus berusaha untuk menggabungkan dua kutub yang saling berlawanan itu. Tidak boleh salah satu diantaranya terbengkalai begitu saja. Allah memang telah menjamin rizqi untuk semua makhluknya, seperti yang difirmankan pada surat Al-Ankabut:
“Dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ada unsur takafful (upaya menjamin) antara Sang Khaliq dengan hamba. Hal ini merupakan sebuah manifestasi (perwujudan) sifat Rahman Allah kepada makhlukNya.
Pada makna yang lain Allah tidak membiarkan manusia berpaku tangan tanpa ada usahan, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Tidaklah bagi manusia kecuali apa yang dia usahakan. Pada kedua ayat di atas menjelaskan bahwa harus adanya kesinambungan antara usaha dan tawakal atas pemberian Allah. Di lain itu bukanlah sebuah usaha manusia sebagai tujuan inti dalam kehidupan di dunia ini, sebagaimana banyak terjadi di kalangan manusia. Mereka mengaku dalam meraih rizqi hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tetapi kenyataannya apa yang mereka lakukan sangat bertentangan dengan apa diucapkan. Siang malam dihabiskan hanya untuk sesuap nasi tanpa memirkan apakah sudah shalat apa belum.
Di sini perlu digarisbawahi adanya ilmu tasawuf sangar diperlukan dalam mengarungi belantara kehidupan dunia, dengan ilmu tersebut manusia dapat menyaring dan mengontrol segala tindak tanduknya setiap detiknya. Karena ilmu tasawuf itu laksana filter yang dapat menetralisir segala hal-hal yang dianggap bertentangan dengan kaedah-kaedah agama.
Untuk menggapai ilmu tasawuf tidaklah mudah,banyak salah penafsiran di tengah-tengah para pemula bagi orang mempelajari ilmu tasawuf. Mereka berpendapat bahwa ahli tasawuf hanya dikekilingi sesuatu yang kumuh, kotor dan identik dengan kemiskinan. Pendapat tersebut suatu pemikiran yang dihasilkan dari orang-orang yang dangkal akan ilmunya, kurangnya memahami makna yang terkandung dalam ilmu tasawuf. Kita lihat saja kepada orang yang menjadi contoh dan tauladan ahli tasawuf, tiada lain junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beliau berkepribadian bersih dan rapi. Tidak pernah kelihatan kotor dan kumuh pada diri beliau. Bahkan kalau beliau akan bertemu dengan sahabat, beliau bersisir dan meminyaki rambutnya. Ketika ditanyakan hal tersebut, beliau menjawab, “Aku ingin bertemu dengan sahabatku dan aku ingin mereka senang ketika melihatku”. Ini sebuah contoh yang nyata bukanlah tasawauf identik dengan hal-hal kumuh dan kotor.
Dalam mengarungi kehidupan dunia manusia berlomba-lomba mengumpulkan harta yang sebanyak banyaknya, dengan menghalalkan berbagai macam cara mereka tempuh yang penting harta ada di genggamannya. Memang manusia sesuai yang mereka usahakan sebagaiamana pada ayat di atas. Tetapi manusia harus berpikir sedalam mungkin bahwa Allah menciptakan mereka semua itu hanya untuk menyembah dan beribadah dimuka bumi. Inilah pentingnya ilmu tasawuf bagi manusia. Seperti di atas ilmu tasawuf adalah sebuah filter. Boleh saja manusia mencari harta tetapi harta tesebut tidak masuk dalam hatinya. Maksudnya bukanlah harta sebagai tujuan utama manusia diciptakan.Dan diantara cara untuk mempelajai ilmu tasawuf diperlukan kebersihan hati, dan kebesihan hati dapat dihasilkan dengan mengosongkan dari keinginan duniawi.sebab hati ibarat mata panca indera kita, jika mata tersebut sehat dan tidak buta maka seorang manusia dapat membedakan mana yang baik dan jelek, begitu pula hati kita jika kotorl lebih-lebih buta maka layaknya hewan bahkan lebih rendah. Bagaimana tidak, seorang yang buta hatinya berani membunuh hanya masalah uang seribu, mengkorupsi triliyunan rupiah untuk kebutuhan perut nya sendiri tidak melihat masih banyak di sana sini orang-orang yang hanya untuk sesuap nasi saja masih kesulitan. Hal itu tidak dirasakan bagi orang gelap dan buta hatinya.
Dan inti dari itu semua manusia sebagai manusia ciptaan Allah harus melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjahui segala yang dilarang,disamping tidak melupakan manusia sebagai makhluk social untuk berusaha diatas bumi ini dengan berpegangan dengan tawakkal kepada Allah yang diriealisasikan dalam ilmu tasawuf.
Sebelum berakhir ada sebuah ayat yang dapat sebagai pedoman untuk mengarungi hamparan dunia yang luas dengan mudah dan diridloi Allah :
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah atas segala yang kamu hadapi, Allah tidak memintamu rizqi, melainkan Allahlah yang memberimu rizqi dan ini semua adalah konsekuensi orang yang bertakwa.”
Ayat ini sangat dalam maknanya,jika orang ingin mendapat rizqi yang lancar, maka jalannya adalah bertaqwa. Bertaqwa mempunyai komponen-komponen penyusun, antara lain iman, ilmu, dan amal. Tiga unsur ini saling terkait satu sama lain. Ketika orang berusaha mencari nafkah (yang sifatnya urgen) akan tetapi harus disadari bahwa nafkah adalah sebagian urusan Allah. Jadi sewajarnyalah mencari rizqi, jangan sampai ada istilah jungkir balik dalam mencari rizqi karena sebuah ambisi duniawi saja.
Kesadaran kita akan usaha mencari nafkah dengan landasan syareat itu sebagian dari ilmu yang telah kita ketahui dan kita amalkan. Jika ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita, maka rizqi itu akan datang pada kita. Wallahua’lam bishowab.
Psikologi Sufi Disarikan dari Kitab Hikam